Palitonews – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatra Barat menyelenggarakan Workshop Manajemen Risiko di Fasilitas Kesehatan, Sabtu- Minggu ( 22-23/2) di Truntum Hotel Padang.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko di fasilitas kesehatan.
Hal ini dinilai penting mengingat kompleksitas operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang memerlukan pendekatan sistematis untuk meminimalisir potensi risiko yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan.
Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari unsur manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, dan stakeholder terkait yang merupakan perwakilan rumah sakit berbagai daerah di Sumatra Barat.
Wakil Ketua PERSI Sumatera Barat, Dr.dr. Yevri Zulfiqar, Sp.B, Sp.U (K) M.Kes, menekankan pentingnya manajemen risiko dalam mendukung pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
“Manajemen risiko bukan hanya tentang menghindari kerugian, tetapi juga tentang menciptakan sistem yang lebih baik untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, dan institusi itu sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Gustavianof, SH, MSi, Ketua Panitia pelaksana menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, PERSI Sumbar menghadirkan narasumber Pakar dan praktisi kesehatan yakni Dr. Haruddin, S.ST, M.Kes,Qia, yang membahas tentang Proses manajemen risiko, serta Warseno, S.Kom, MM, QRMA, CRMO yang memaparkan langkah-langkah implementasi manajemen risiko dalam tata kelola rumah sakit.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan studi kasus untuk memastikan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara praktis.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi penyusunan rencana tindak lanjut, di mana peserta berkomitmen untuk mengimplementasikan manajemen risiko di fasilitas kesehatan masing-masing.
PERSI Sumatra Barat berharap, workshop ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas manajemen risiko di seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Sumatra Barat,
“Dengan workshop ini kita berharap kedepannya dapat terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih aman dan berkualitas dengan memahami manajemen resiko,” pungkas dr. Yevri.
Ditambahan Sekretariat Persi Sumbar, Yulfendri kegiatan tersebut juga bernilai 11 SKP Kemenkes RI bekerjasama dengan Diklat RSUP Dr. M Djamil Padang ke pembelajaran “Pelataran Sehat”.(*)
Discussion about this post